Sabtu, 08 Agustus 2009

Tanyaku akan lakumu


Aku masih wanita itu,yang dulu pernah kau bilang kau merinduku
Aku masih Wanita itu,yang kau minta menjaga rasa yang kau bilang asmara
Aku masih wanita itu,yang selalu menanyakan kabarmu
Apa kau sudah tak mengenaliku? hingga kau mengabaikan benih rindu yang kau tebar di setiap sudut hatiku,mereka telah berakar,Sayang.terlalu sakit untukku mencabutnya dan membuangnya seperti yang kau minta.
Apa kau tak merasanya?
oh............ aku lupa!Kau telah memecah kata kita,menjadi kau dan aku.Satu pertanda bila kita sudah tak satu rasa lagi.
Sayang! bila masih kau ijinkan aku membmanggilmu bolehkah aku bertanya sebelum kau menganggapku telah tiada.
Apakah khilafku keterlaluan hingga kau tak sanggup bersamaku lagi?
Apakah cacatku adalah satu hal yang mutlak untuk memebuatmu mencampakkanku?
Apakah dari awal aku pernah kau anggap kekasihmu?
lantas mengapa kau tak ijinkan aku perjuangkanmu demi cintaku,sebelum orang tuamu mengatur Wanita yang pantas bagimu?
Atau munkin aku memang tak berarti bagimu?bila memang begitu mengapa kau tarik aku dalam satu kisah wanita yang mencintamu?
Sehinakah aku dimatamu? hingga aku pantas kau campakkan aku seperti ini..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar