Sabtu, 08 Agustus 2009

patah hati

apakah ku marah padamu?
jawabannya adalah "Iya"
Lantas kenapa kau seperti baik-baik saja,tak ada air mata dan sedih terlukis?
Aku beri tahu satu hal padamu,aku berbeda.Air mataku sudah kering bertahun yang lalu,dan kini yang tersisa tinggal senyum diwajahku yang telah letih dengan duka.kau tak tahu bagaimana rasanya diriku saat itu,rasanya ingin sekali saat itu semua atap dan lagit menimpaku hingga semua syarafku hingga hatikupun mati rasa.Kau tak tahu bagaimana kau hancurkan aku saat itu.Dan sedikit logika yang tersisa membisikkan bahwa tangis tak akan memberikan efek lebih baik.
"Tunangan!!! kau bilang?
Separo hatiku menerima ,mungkin itu semua da jalannya,kau memang dalam posisi tak dapat menolak karena usia yang tak muda lagi.tapi setengah lagi berkata,"masihkah kau mau dijodohin dengan mudah,ini kan bukan perihal beli celana,begitu terlihat nyaman dan enak di lihat ambil dan bawa pulang.apalagi mengurut sikapmu yang cuek dan masa bodoh dengan yang lain.mana peduli kau dengan celoteh orang tuamu.Dan klo ku rewind,bukankah orang tuamu itu demokratis kok masih jodohin kamu,atau jangan-jangan kau bohong padaku?"
Apa begini saja anggapanmu padaku,hanya sebatas iklan saja.Aku mencoba meredam hati dengan kata"gak apa-apa,mau gimana lagi klo sudah begini"
yah...aku bisa apa....................................................cm itu ynag kutanamkandi otakku.
Aku berusaha sebisa mungkin bersikap sehat.dan tidak kerdil.
menelponmu dengan nada biasa saja,meski hati ini penuh luka.karena kau seperti tak menganggap apa yang pernah ada diantara kita berarti buatmu.

Tanyaku akan lakumu


Aku masih wanita itu,yang dulu pernah kau bilang kau merinduku
Aku masih Wanita itu,yang kau minta menjaga rasa yang kau bilang asmara
Aku masih wanita itu,yang selalu menanyakan kabarmu
Apa kau sudah tak mengenaliku? hingga kau mengabaikan benih rindu yang kau tebar di setiap sudut hatiku,mereka telah berakar,Sayang.terlalu sakit untukku mencabutnya dan membuangnya seperti yang kau minta.
Apa kau tak merasanya?
oh............ aku lupa!Kau telah memecah kata kita,menjadi kau dan aku.Satu pertanda bila kita sudah tak satu rasa lagi.
Sayang! bila masih kau ijinkan aku membmanggilmu bolehkah aku bertanya sebelum kau menganggapku telah tiada.
Apakah khilafku keterlaluan hingga kau tak sanggup bersamaku lagi?
Apakah cacatku adalah satu hal yang mutlak untuk memebuatmu mencampakkanku?
Apakah dari awal aku pernah kau anggap kekasihmu?
lantas mengapa kau tak ijinkan aku perjuangkanmu demi cintaku,sebelum orang tuamu mengatur Wanita yang pantas bagimu?
Atau munkin aku memang tak berarti bagimu?bila memang begitu mengapa kau tarik aku dalam satu kisah wanita yang mencintamu?
Sehinakah aku dimatamu? hingga aku pantas kau campakkan aku seperti ini..........

Wanita Bodoh


Aku masih sakit...........luka itu masih segar di hatiku.Aku tahu salahku,tapi knapa kau tak bertanya kenapa aku begitu.Mungkin aku salah karena tak menjelaskannya padamu,tapi sungguh aku tak sanggup manjelaskannya.Saat itu aku sungguh sangat terluka oleh penghianatan pada kepercayaanku.Tapi semua ternyata tak sebanding dengan kenyataan,aku kehilanganmu.
Kau kutobatkan sebagai pilihanku,kau yang membuatku begitu.Kau yang datang padaku,kau juga yang memintaku menjadikanmu yang spesial dan satu-satunya di hatiku.
Dan kau pula yang memintaku belajar mencintaimu.Ketika semua sudah kuturuti,begini lakumu padaku.Aku coba terima semampuku akan kenyataan yang kau suguhkan padaku.
Kau bilang semua sepele?Apanya yang sepele? perasaan ini,rindu yang ku koar-koarkan itu?sepele katanya? Kau tak tahu bagaimana aku cb cintaimu,kau tak tahu seberapa besar aku coba mengakuimu.Kau tak tahu apa-apa tentang aku di sini dan sekarang semuanya sepele?
Kau telah meyakinkanku kau pantas menjadi masa depanku,kau telah yakinkanku kaulah ahir pencarianku.Dan kau telah memnbuatku menolak semua yang datang padaku.termasuk pasangan yang diatur untukku.Tapi ternyata,semua hanya aku saja.aku saja yang mengakui status kita.oh bukan statusku sebagai milikmu,sedangkan kau masih terbang bebas diluar sana menebar cinta pada hati yang lain juga,tersenyum dan merayu di balik penantianku yang setia.Munkin kau pikir aku tak tahu apa-apa,kau pikir aku tak merasa'namun kau selalu coba menepis ragu yang ada,demi untuk mencintamu.Sekali lagi semua itu hanya aku saja.Bodohnya aku.............
Akulah wanita bodoh,yang mengabaikan logika atas nama cinta.
Akulah wanita bodoh yang menutup telinga atas nama cinta
Akulah wanita bodoh yang tak hiaukan suara hatu atas nama cinta,
Akulah wanita bodoh yang mencintaimu yang tak pernah menganggapku berarti

Rabu, 05 Agustus 2009

rokka


Hatiku

saat kau tawarkan rasa padanya.
Aku sudah peringatkan itu tak mudah
Namun kau tak pedulikanku
Yang memilikinya
kau berusaha menerabasnya
Hingga ia tak bisa mengelak
Namun ketika kau melihat dia...
Seberkas kecewa menggelayutimu
dan menggoodamu meninggalkannya
tanpa kau sadari..............
kau telah lukainya.....mengoyak pintunya
dan menyisakan pedih dan kecewa
memenuhi ruangannya
.............................................................(rokka)

Wanita dan Pagi


Wanita itu selalu tergugah dan bahagia ketika dia datang dan menyapanya dengan hawa dingin.Syaraf-syarafnya melonjak senang dengan sentuhan kelembapannya,dingin? memang.Tapi tak sepekat malam,dinginnya pagi sungguh sejuk dan segar.
Tiap pagi Wanita selalu membuka jendela pintunya lebar-lebar untuk menyambut Pagi datang.Di biarkannya sosok lembut Pagi tiba menghampirinya.
"Pagi" sapanya lembut pada mahluk yang tak pnah terlambat itu."Bolehkah aku merasakanmu hingga ke relung paruh-paruhku."
"Jangan!" jawab Pagi gelisah.
"knapa?" tanya Wanita keheranan.
"Nanti kau enggan melepasku"
"Benarkah itu alasannya? ataw memang aku tak pantas untuk itu?"
"Benar, itu alasannya,tapi kau punya hak untuk itu dan aku memang tercipta untuk itu"
Wanitapun tersenyum dengan penuh semangat,dihirupnya Pagi hingga memenuhi seluruh ruang paruhnya.
"Apa kau tak takut kegihan?"
"Tidak. Karena aku yakin kau akan selalu datang dalam setiap hariku dengan waktu yang tepat sepanjang usia dunia"
"Benar" Pagi tersenyum bahagia mengakui kebenaran kata Wanita seraya pergi perlahan.
***
Esoknya,Wanita kembali membuka jendelanya lebar-lebar sambil tersenyum riang menyambut kedatangan Pagi.
"Apakah kau begitu bertemu denganku?" tanya Pagi penasaran.
"Tentu saja" jawan Wanita mantap.
Pagipun membelainya dengan lembut dan penuh kesejukan.
"Kenapa?" tanya pagi penuh penantian akan kepastian.
"Karena kau satu-satunya kemurnian yang ada dalam satu putaran hari" jawab Wanita dengan mantap.
"Benarkah? padahal terkadang aku juga terdengar bising."
" Tidak... tidak.... tidak... pernah.itupun bukan kau,tapi mereka yang enggan ditinggalkan malam dan takut menanggung hal baru yang akan datang padanya".
"Benarkah?".
"Tentu saja,andai mereka sadar bahwa waktu akan terus berjalan apapun yang terjadi,maka tak akan pernah ada kebisingan dalam Pagi"
Pagi tersenyum bahagia......
" Hanya kau satu-satunya yang mengatakan itu dan aku pasti akan datang untukmu di setiap harimu" Seru Pagi dengan lantang dan perlahan pergi dengan senyum yang merona.
***
Hari itu Pagi datang seperti biasa, dengan kesejukan dan kelembutan dan tentu saja tepat waktu.Tapi, ada yang berbeda, Wanita kali ini tak lagi menyambutnya dengan membuka jendela lebar-lebar.Tapi dia telah berdiri tegak dibawah pohon flamboyan di belakang rumahnya dengan mengenakan gaun putih.
"Kau begitu manis hari ini" puji Pagi padanya dan dengan gerak yang sejuk Pagi membelai pipi Wanita yang sedang merona karena tersipu.
"Apakah kau senang dengan sambutanku hari ini?"
"Tentu dan aku sangat bahagia"
"Sungguh?"
"Ya, kareana baru kali ini aku begitu dirindukan"
" Benarkah aku satu-satunya?"
Pagi mengangguk cepat
Wanita tertawa kecil menanggapi reaksi Pagi.
"Sungguh bodohnya mereka yang tek menginginkan mahluk seindah kau, Pagi"
"Benarkah?"
"Pasti, kau begitu megah,sejuk ,lembut dan kau sangat berhawa murni tanpa polusi".
" Sesempurna itukah aku bagimu?"
"Iya"
"Apakah kau tak pernah Bertemu dengan siang.sore dan malam?"
"Tentu aku bertemu mereka"
"Apa kau tak tertarik dengan Siang ayang begitu megah dengan mataharinya yang kuat terang dan menyengat?"
"Tidak. Karena semua kekuatan itu akan lenyap ketika mendung dan hujan".
" Apakah aku tak begitu?"
" Tidak.kau tetap sejuk dan lembut meski mendung dan hujan datang dan kau kan semakin lama meninggalkanku".
" Bagaimana dengan sore? bukankah dia juga begitu indah dengan langkahnya yang mampu menguncupkan daun dan bunga,dengan rona merah senja yang menghiasinya".
" Kau lebih indah,dalam lanhgkahmu banyak bunga yang mekar dan tunas yang tumbuh diiringi dngan kilauan embun yang anggun dan megah".
"Taapi aku pasti kalah dengan malam yang gelap penuh bintang dan rembulan ,Megah.dan kuasa dengan sejuta mahluk yang setia bangun ketika ia datang bersama jalan yang gemerlap".
"Aku benci dia!sangat membencinya".
Pagi terkesiap"Kenapa?"
"Karena dia,karena keperkasaannya banyak orang yang mengutukmu,yang menggerutu dengan kehadiranmu,dan mereka mengeluh padamu ketika mereka bersalah ketika malam datang".
Sejenak pagi tertegun......
"Wanita!" serunya tertahan "Aku bersumpah aku kan selalu datang dan berusaha semampuku untuk membuatmu bahagia".
bisik pagi selanjutnya dengan nada yang lembutseraya beranjak perlahan.
***
Esoknya Pagi datang lagi kepada Wanita yang begitu bahagia menyambutnya.Dibelainya tiap helai rambut wanita dengan gerak yang lembut serta penuh kasih sayang.Keduanyapun tertawa riang dan ringan tanpa beban.
"Wanita..."sapa pagi denagn nada khasnya yang lembut."Apa kau merindukanku disetiap harimu?"
"Sangat"
"Apa kau selalu menantikanku di setiap harimu?"
"Pasti".
"Aku juga begitu ingin datang lebih awaluntukmu, dan lebih lama bersamamu,Tapi aku mahluk yang tercipta untuk tepat dalam waktu baik datang maupun pulang".
"Aku tahu dan aku sadar serta aku terima bagaimana dirimu sejak awal tercipta".
"Sugguh...?"
Wanita mengangguk dengan mantap tanpa keraguan.
"Wanita apa kau akan setia menanti dan merindukanku serta akantetap bersamaku ,selamanya?"
wanita menagis dengan tiba-tiba.
"Kenapa?"Tanya pagi penuh cemas.
"Kau tahu aku mahluk yang punya batas waktu yang tak akan pernah kuketahui kapan tibanya"
"Maksudmu?"
"Aku diciptakan dengan mautyang menyertaku dan akan membawaku pergi tinggalkan semua dunia ,pergi tanpa dapat bertemu denganmu lagi".
Kali ini ganti pagi yang menangis,rintik - rintik nya mengalir deras membasahi tubuh Sang Wanita yang muram akan takdirnya.
"Kenapa?"tanya Sang wanita.
"Aku tak sanggup membayangkannya".
"Jangan dibayangkan,kita masih punya waktu bersama maka nikmatilah itu selagi bisa"
"Iya kau benar" jawab pagi yang langsung menghentikan tangisnya."Wanita aku bersumpah demi Sang Penciptaku bahwa aku akan setia bersamamu meski kau telah renta.Karena aku yakin kau akn tetap merasakanku selama kau bernafas meski kau tlah tanpa panca indra".
"Ya akupun berjanji akan setia menyambutmu meski aku telah tanpa panca indra".
***
Hari itu pagi hadir sangat lama melabihi hari - hari biasa.dan begitu adanya hingga untuk beberapa waktu.Hingga suatu ketika.Pagi datang dengan singkay dan tanpa menyapa Sang Wanita.Hal itu sangat menyakiti hati sang wanita.Hingga satu hari Sang Wanita mencegat pagi dengan muka pucat dan pandangan hampa.
"Kau knapa?"tanya pagi kebingungan.
"Kau tanya aku knapa?kau yang knapa?".Teriak Sang Wanita yang terkesan marah dengan sisa-sisa tenaganya yang masih tersisa."kau tak pernah menegurku sama sekali,padahal aku sengaja tak tidur hanya karena aku tak ingin melewatkanmu yang hanya datang sekilas.Awalnya aku mengerti mungkin ini utusan Sang Pencipta,tapi kau sangat keterlaluan hingga kau tak melemparkan satupun senyum bahkan pandanganmu padaku".
"Kenapa.................."tanya Sang Wanita dengan suara yang lemah dan bergetar.
Pagipun mendadak menjadi lesu dan penuh sedih...dengan suara paraunya dia berucap."Aku telah melakukan kesalahan pada takdirku".
"Apa itu?" tanya wanita penasaran.
"Aku telah jatuh cinta padamu........"jawab pagi selanjutnya dengan suara lebih pelan.
"Apa itu kesalahan?".
"Iya ,untuk kodrat kita".
"Dimana salahnya.bukankah si Cinta itu di ciptakan Tuhan untuk jalinan sesama mahlukNya?".
"Iya kau benar.Aku jatuh cinta padamu yang tak pernah memakiku di kala milyaran orang memakiku,kau selalu tersenyum padaku di kala milyaran orang menggerutu dan muram padaku.dan kau selalu membiarkanku membelaimu di kala milyaran orang menolakku dengan jaket dan selimut tebal.dan kau satu-satunya manusia yang mengagumiku sejak awal aku tercipta,maka tak salah bila cinta untukmu itu tumbuh pada diriku".
"Dan juga padaku".Potong sang wanita dengan senyum bahagia menghias wajah pucatnya.
"Sungguh?"
"Iya sungguh dan sumpah,aku tidak lama menyimpannya,entahlah! mungkin sejak pertama kali aku mengenalmu".
"Tapi kita berbeda".
"Apanya yang berbeda? kita sama-sama mahlukNya".
"Kau benar!,tapi aku bth waktu waktu untuk merenungkan bagaimana selanjutnya,dan aku harus pergi,karena mereka mulai menggerutu dengan hadirku yang terlalu lama".
Sang Wanita tersenyum manis.
"Oh ya, jangan benci siang karena dia sudah berbaik hati untuk meminta ijin datang terlambat demi aku".
"Yaaah aku kan menurutimu"jawab wanita dengan riang.
***
Esoknya pagi datang kembsli,tapi kali ini lebih awal.Dia ingin melihat wajah wanitanya yang sedang tidur lelap,setelah berhari-hari tak memejamkan mata hanya untuk menantinya.Dengan lembut dia membelai pipi wanitanya yang terbuka tanpa selimut.
"Kau...." Wanita terkesiap mendapati Pagi yang datang lebih cepat.
"Kau terkejut?".
"Tentu saja ini bukan waktumu datang".
"Kau benar ".Pagi tersenyum manis "kau tahu!,ternyata Malam juga punya punya sisi baik,dia mengijinkanku melihat tidurmu yang pulas,dengan mengambil waktunya".
"Sungguh???"
Pagi mengangguk mantap.
"Tentu aku akan sangat berterimakasih padanya"
Pagi segera memeluk wanitanya dan mengajaknya menari dengan nyanyian burung mengiringiny.Dan begitulah hari-hari berikutnya.
Hingga suatu ketika,malam terlalu panjang dan melewati batasnya.
"Malam...!knapa kau tak kunjung pulang?"
"Penciptaku belum memanggilku untuk pulang."
"Bukankah kalian telah terjadwal dengan teratur?".
"Tidak selalu ! hari ini mungkin pagi tak akan datang dia mungkin libur, karena pencipta menggantinya dengan gerhana matahari..".
"Begitukah?"
Malam mengangguk pelan..
"kenapa bukan kau saja yang digantikan ?kenapa kau tetap datang meski ada gerhana bulan? "
"Karena mereka sejenis denganku yaitu gelap dan hitam,begitu pula dengan gerhana Matahari."
"kenapa begitu".
"Itu sudah kodrat kami sejak tercipta".
"Tapi pagi pasti datang lagi kan?"
"Yah pasti..!"
Malampun beranjak pergi bersama gerhana matahari.dan segera terganti dengan Siang.
"Oh hari telah berganti tanpa kau pagi"keluh wanita sedih dan hari itu wanita menangis sepanjang siang,sore hingga malam tiba kembali.
"Apakah kau begitu merindukannya?" tanya malam pada wanita.
Wanita hanya tetap menagis tanpa menjawab pertanyaan bodoh Malam.
"Kau tahu Wanita,Sang Pencipta kita sangat menyayangi kita,aku yakin Dia tak akan membiarkanmu begini,Kau percaya itu?"
"Tentu aku percaya dan sangat yakin ,Dia yang telah mengenalkanku pada Pagi dan menikmati hari indahku bersamanya,munkin dia hanya menguji cinta kami".
"Yah munkin saja,karena tak ada yang dapat menebak rencanaNya.Maka jangan kau menangis,Pagi akan sedih melihatnya".
"Yah,aku tahu!"Wanitapun berhenti menangis dan kembali tersenyum manies."Malam aku kan menyambut kedatangan pagi dengan ceria ,jangan kau biarkan aku tidur ya....?"
"Baik! tapi wanita aku dengar mahluk sepertimu dengan seribu kali lipat kelebiahan di banding kami,salah satunya akalmu.maka,apa kau tak sadar kalu kalian berbeda?"
"Berbeda? buatku kita sama-sama mahlukNya"
"Iya,tapi jodohka adalah dari mahluk yang sejenis?"
"Seperti kau dan dua gerhana itu?"
"Iya"
"Dan seperti Hujan dan petir itu?"
"Begitulah".
"Munkin suatu saat aku kan bertemu dengan jodohku,malam.Dan begitu pula dengan pagi,tapi sebelum itu aku akan menikmati cintaku dengan pagiku,seperti kisah hujan dan lelakinya di masa lampau".
"Jadi kau tau cerita itu?"
"Iya ,tentang kisah lelaki dan hujan yang jadi mitos lelaki hujan dengan cerita yang amat salah".
Malam menghirup nafas panjang"Nah!Wanita,sambutlah pagimu dengan ceria".
Dan keduanya saling melempar senyum.
"Pagi knapa kmaren kau tak datang?"
"Maafkan aku wanita" jawabnya seraya membelai lembut "kau tahu apa yang kulakukan selama pergi?"
Wanita menggeleng.
"Aku menemui Sang Pencipta,aku sengaja mengajakmu,karena kau takkan kembali bila kau k sana".
"Umtuk apa?"
"Untuk meminangmu Wanita?"
"Sungguh!"Wanita terkejut sekaligus girang.
"Lalu bagaimana?"tanya Wanita selanjutnya penasaran.
"Awalnya sulit! tapi Sang Pencipta sangat mencintai mahlukNya,Ia tak membiarkan kita menderita"
"Jadi?"Wanita tak sabar mendengar hasilnya
"Aku tah diijinkan!"
Wanita pun bersorak kegirangan.
"Tapi ada satu syarat untuk itu"
"Apa?"
"Kau tak bisa tinggal di sini, kau harus pergi ke suatu tempat dimana aku akan selalu di sana."
"tak pernah pergi?"
"Tak pernah!di sana aku lebih hebat dari pada tempat dimanapun aku berada,tapi aku harus tetap melaksanakan tugasku untuk mendatangi setiap belahan dunia,apa kau terima".
"Aku terima syarat apapun itu"
"Apa kau akan selalu menungguku?".
"Selamanya".
"Akan kubawakan salju untukmu ketika aku pulang dari kutub dan akan aku bawakan jutaan mekaran bunga serta tunas ketika aku pulang dari tropis,serta kan kubawakan sentuhan spesialku yang kudapat dari gurun yang mampu menggugurkan secara ra serentak".
"Aku belum pernah melihat kau yang sehebat dan seistimewa itu".
"Tentu saja".
"Pagi,bawa aku ke sana sebelum kita terpisah oleh jodoh sejenisnya ataupun mautku".
"Kau serius? tak akan menyesal?"
"Tentu saja!Tak akan pernah menyesal".
***
Ahirnya pergilah mereka berdua pada tempat yang dipilihkan Sang Pencipta di salah satu sudut bumi,persis seperti yang dikatakan Pagi.Dan mulai saat itu Pagi semakin singkat saja melewati bagian dunia lainnya,karena dia selalu terburu-buru untuk kembali pulang ke tempat Wanita yang selalu merindukannya.Keduanya saling setia dan mencinta,meski Wanita telah berubah,berkurang panca indranya serta tubuhnya yang telah termakan usia hingga ia Kembali padaNya.
Tapi hingga Pagi tetap setia di tempat itu meski pada ahirnya wanita kembali pada Sang PenciptaNya.Pagi tetap lebih lama di tempat itu selamanya tanpa pendamping yang lain lagi hingga ahir waktuNya di dalam semestaNya.