apakah ku marah padamu?
jawabannya adalah "Iya"
Lantas kenapa kau seperti baik-baik saja,tak ada air mata dan sedih terlukis?
Aku beri tahu satu hal padamu,aku berbeda.Air mataku sudah kering bertahun yang lalu,dan kini yang tersisa tinggal senyum diwajahku yang telah letih dengan duka.kau tak tahu bagaimana rasanya diriku saat itu,rasanya ingin sekali saat itu semua atap dan lagit menimpaku hingga semua syarafku hingga hatikupun mati rasa.Kau tak tahu bagaimana kau hancurkan aku saat itu.Dan sedikit logika yang tersisa membisikkan bahwa tangis tak akan memberikan efek lebih baik.
"Tunangan!!! kau bilang?
Separo hatiku menerima ,mungkin itu semua da jalannya,kau memang dalam posisi tak dapat menolak karena usia yang tak muda lagi.tapi setengah lagi berkata,"masihkah kau mau dijodohin dengan mudah,ini kan bukan perihal beli celana,begitu terlihat nyaman dan enak di lihat ambil dan bawa pulang.apalagi mengurut sikapmu yang cuek dan masa bodoh dengan yang lain.mana peduli kau dengan celoteh orang tuamu.Dan klo ku rewind,bukankah orang tuamu itu demokratis kok masih jodohin kamu,atau jangan-jangan kau bohong padaku?"
Apa begini saja anggapanmu padaku,hanya sebatas iklan saja.Aku mencoba meredam hati dengan kata"gak apa-apa,mau gimana lagi klo sudah begini"
yah...aku bisa apa....................................................cm itu ynag kutanamkandi otakku.
Aku berusaha sebisa mungkin bersikap sehat.dan tidak kerdil.
menelponmu dengan nada biasa saja,meski hati ini penuh luka.karena kau seperti tak menganggap apa yang pernah ada diantara kita berarti buatmu.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar