Dari pertama kita saling cerita,bahkan berbagi cinta.lumayan ada beberapa janjimu padaku yang entah kau ingat atw mungkin kau lupakan begitu saja.atau bahkan memang sengaja kau hapus dari kams ingatanmu.
Semua bisa kuterima meski dengan susah payah,ketika kau ingkari itu di masa lalu
Tapi,....sekarang kau permainkan rasa ini.Aku tak meminta dan tak berusaha berharap juga.tapi seperti sebelumnya kau sengaja berikan padaku kesempatan ke2.dan rentang waktu kurang dari deadline yang kau berikan padaku kau cabut itu semua dengan tiba2.kau tahu rasany?
itu seperti kau telah tancapkan panah di jantungku dan kini kau mengoyaknya.Sungguh aku lebih memilih itu bukan konotasi belaka,karena skitnya melebihi bila itu denotasi,paling tidak aku sudah tak bernyawa dan tak bisa merasakan setiap irisannya.kau hancurkan kacaku dan ketika kutata rapi keping2nya kau hantam lagi dengan sikapmu...
Kau bilang kau rela menyakiti satu hati lagi....tentu saja Kau rela,kau kan tak merasakannya,tapi bagaimana dengan sang pemiliknya?kau tak berfikir itu,Aku bukan malaikat,aku manusia biasa....aku juga sakit,terluka dan marah...dalam otakku sisi negativ dan positif beradu hebat membahas tentang setiap detik ku mengenalku.dan disinni aku ugkapkan semua sesak negative itu.
Sehina itukah aku.....hingga kau tega menjadikanku hanya sebagai percobaan tentang sistem pacaranmu....setelah kuterima goresan belati pada setiap langkah ketika kau mengarungi bahtera pacaran denganku
Apa salahku.......hingga kau menyiksaku begini,mengingkari setiap kata dan janji,mengabaikanku seolah tiada arti.
Kadang aku berfikir tak perlu aku mengenalmu,tapi aku telah telah terlanjur jatuh cinta pada playboy cap Gareng kayak kamu.Semua karena siapa? kamu....yang janjikan syurga cinta...kamu yang janjikan keindahan rasa itu nyata,....
Kenapa kau tak datang padaku dan membunuhku saja....biar usai sudah cerita tentang semua rasa,biar tiada benci menjalar ke urat..damai yang kerajut selama ini.biar tiada dendam yang menodai hatiku yang sudah aku loundry dari sakit hati di masa lalu.
mungkin singkat untukmu dan mudah melupakannya,tapi luka ya luka, g ada urusannya sama waktu.misalnya,ketika kau menancapkan pisau di jantunku entah seberapa cepat kau mencabutnya,atau seberapa lama kau mencabutnya,toh hasilnya tetap sama.....aku mati...
Kita baru saling mengenal,dan seingatku tiada yang fatal atas lakuku yang membuatmu harus kejam padaku.Aku tiada menduamu,tiada mengingkari hadirmu,dan aku selalu memperjuangkanmu.,Alloh saksinya.....aku pastikan itu.......
telah kaubuat aku mncintaimu,telah kumenangkan kau untuk hatiku,dan ketika kau dapatkannya kau banting itu sekencang2nya
tidak pernahkah kau membayangkan dirimu dalam posisiku.sungguh memang layakkah aku menerima itu dalam pandangan matamu.
Jumat, 11 September 2009
Aku Kamu dan Dia
Aku kamu dan Dia
seperti tiga orang yang sedang di Gurun perasingan
Aku Kamu dan Dia
tak akan pernah sanggup saling tinggalkan satu dan yang lainnya
Aku Kamu dan Dia
suka atau tidak suka tak ada alasan untuk tidak berbagi keteduhan
Aku Kamu dan Dia
Hanya mampu pasrah pada takdir akan bagaimana nantinya
Aku dan Dia
hanya bisa menunggu kemana ahir muara cintamu
Aku dan Dia
berharap banyak menjadi pemenangnya
Aku
ingin menjadi pemenang hatimu dan hatinya
Dia
memandang tak ada aku di sampingmu
Kau dan Dia
memaknainya dengan komitmen dan serentetan pengertian cinta
Kau dan aku
membahas beningnya embun dengan satu kaca mata cinta
Aku Kamu dan Dia
entah bagaimana ahirnya.......
dan disini aku hanya mampu berdoa Aku Kau dan Dia dapatkan yang terbaik meski bukan yang kita Mau
seperti tiga orang yang sedang di Gurun perasingan
Aku Kamu dan Dia
tak akan pernah sanggup saling tinggalkan satu dan yang lainnya
Aku Kamu dan Dia
suka atau tidak suka tak ada alasan untuk tidak berbagi keteduhan
Aku Kamu dan Dia
Hanya mampu pasrah pada takdir akan bagaimana nantinya
Aku dan Dia
hanya bisa menunggu kemana ahir muara cintamu
Aku dan Dia
berharap banyak menjadi pemenangnya
Aku
ingin menjadi pemenang hatimu dan hatinya
Dia
memandang tak ada aku di sampingmu
Kau dan Dia
memaknainya dengan komitmen dan serentetan pengertian cinta
Kau dan aku
membahas beningnya embun dengan satu kaca mata cinta
Aku Kamu dan Dia
entah bagaimana ahirnya.......
dan disini aku hanya mampu berdoa Aku Kau dan Dia dapatkan yang terbaik meski bukan yang kita Mau
Langganan:
Postingan (Atom)